Mario Balotelli Ingin Dilatih Jose Mourinho lagi

Mario Balotelli and jose mourinhoBanyak masalah muncul saat Mario Balotelli dilatih Jose Mourinho di Inter Milan. Mengaku sudah punya hubungan yang lebih baik, Super Mario mau saja bekerja bersama pelatih asal Portugal itu lagi. Kebersamaan Balotelli dengan Mourinho di Inter berlangsung selama dua musim yakni dalam selang 2008 sampai 2010.

Sejak musim pertama Mourinho datang ke Giuseppe Meazza, dia sudah mengritik Balotelli yang dianggap kurang giat berlatih dibanding pemain senior Nerazzurri saat itu. Balotelli malah sempat didepak dari tim utama. Ada beberapa momen tak menyenangkan lain yang melibatkan Balotelli dan Mourinho di Inter. Hubungan Balotelli dengan Mourinho diyakini tengah merenggang saat keduanya hengkang di akhir musim 2009/2010.

Kondisi tersebut tak lantas membuat Balotelli tak mau lagi bereuni dengan Mourinho. Striker milik AC Milan itu malah memberi sanjungan buat mantan bosnya itu. “Tentu saja saya ingin dilatih Jose lagi. Di hari-hari pertama saya di Inter kami punya beberapa masalah, tapi itu kemudian menjadi saling menghormati dan kami memiliki hubungan pertemanan,” sahut Balotelli.

“Tak pernah membosankan bermain di bawah Mourinho. Saat Anda berada di tim Mourinho maka itu menjadi keluarga Anda dan dia menerapkan kekeluargaan itu tak peduli apa yang terjadi di luar tim,” lanjut dia dalam wawancaranya dengan Mirror dan dikutip dari Football Italia.

Adakah pernyataan Mario Balotelli ini merupakan pertanda kalau dirinya ingin meninggalkan Milan dan gabung dengan The Blues? Isu Balotelli bakal hengkang dan San Siro memang sempat beredar, tapi Milan membantah akan menjual strikernya itu.

“Saya sudah katakan saat saya meninggalkan Manchester (City) kalau suporter bersikap sangat baik pada saya dan itu membuat saya tak bisa bermain untuk klub Inggris lainnya. Saya dapat dukungan hebat dari suporter Manchester City selama berada di sana dan saya akan terus menghormati mereka,” tuntas Balotelli.

Daniel Sturridge Puji Luis Suarez

Daniel Sturridge Puji Luis SuarezStriker Liverpool, Daniel Sturridge tak dapat menutupi rasa bahagianya menyusul kemenangan timnya atas Stoke City, 3-5 di Britannia Stadium, Minggu malam kemarin. Kemenangan ini membuat si Merah berada di urutan keempat klasemen sementara Premier League dengan raihan 42 angka.

Sturridge yang baru saja kembali dari cedera pergelangan kaki tampil dari bangku cadangan menggantikan peran Philippe Coutinho pada menit ke-66. Hebatnya, pemain internasional Inggris itu turut menyumbang satu gol bagi Liverpool. Selain mengaku gembira karena hasil sempurna yang diraih timnya di matchday ke-21 Premier League. Mantan pemain Chelsea itu juga bahagia karena dapat kembali ke lapangan dan memberi kontribusi berupa gol tunggal di menit ke-87, sekaligus menjadi gol penutup.

“Saya bangga dengan hasil  yang diciptakan oleh para pemain. Ini (Britannia Stadium) merupakan tempat yang sulit untuk ditaklukkan, namun kami menunjukkan banyak karakter, sehingga kami senang dengan hasil akhir,” tutur Sturridge, seperti dilansir Liverpool Echo, Selasa (14/1/2014).

“Sulit ketika Anda hanya berada di luar lapangan, menonton tim, karena Anda ingin terlibat dalam kegembiraan dan berada di tengah suasana tersebut. Saya juga senang bahwa kami berada di posisi keempat,” sambungnya. Sturridge juga membahas mengenai perpanjangan rekan setimnya, Luis Suarez yang saat ini menjadi pencetak gol terbanyak Premier League dengan torehan 23 gol. Menurut Sturridge, Liverpool beruntung karena memiliki pemain kelas dunia seperti Suarez.

“Ini sangat spesial bagi saya, dia (Suarez) merupakan pemain kelas dunia. Kami memiliki pemain kelas dunia dan itu penting bahwa sebagai tim dan unit, kami terus bekerja keras, mengambil setiap pertandingan dan mencoba untuk mendapatkan poin maksimal di setiap pertandingan yang kami mainkan,” tutup pemain berusia 24 tahun itu.

Arsenal Sukses Melaju ke Piala FA

Arsenal vs Tottenham HotspurArsenal melaju ke babak empat Piala FA setelah mengalahkan seterunya Tottenham Hotspur 2-0 di Emirates Stadium dini hari lalu dan sekaligus mengantarkan Tim Sherwood menelan kekalahkan pertamanya sejak menjadi manajer permanen Spurs bulan lalu.

Sebuah tusukan dari Santi Cazorla pada menit 31 dan gol kedua dari Tomas Rosicky pada menit 62 menyusul kesalahan bek Danny Rose yang kehilangan kontrol bola yang dicuri Rosicky, mengamankan tempat Arsenal di babak 32 Besar. Gol Rosicky sepertinya telah mengakhiri pertandingan setelah dia berlari seorang diri untuk mengakhirinya dengan tendangan di atas kiper Hugo Lloris yang sudah terperdaya.

Arsenal mempertahankan keunggulan kendati harus bermain dengan 10 orang pada menit-menit terakhir setelah Theo Walcott ditandu keluar akibat cedera lutut dan Arsene Wenger tak bisa menggantinya karena telah menggunakan seluruh jatah penggantian pemain.

Walcott yang menjadi ujung tombak permainan menyerang Arsenal setelah absennya dua striker Olivier Giroud dan Nicklas Bendtner, terlibat insiden paling kontroversial dalam pertandingan ini ketika dia berada di luar lapangan. Pemuncak Liga Premier yang memburu trofi pertamanya dalam sembilan musim sejak menjuarai Piala FA pada 2005, tampil lebih baik dalam derby panas kota London itu, kendati tak diperkuat dua strikernya Olivier Giroud dan Nicklas Bendtner, serta gelandang Aaron Ramsey dan bek Kieran Gibbs.

Walcott dan striker remaja asal Jerman Serge Gnabry menciptakan masalah pada jantung pertahanan Spurs yang tampak rentan setiap kali diserbu barisan depan Arsenal. Spurs yang performanya meningkat dramatis sejak Sherwood menggantikan Andre Villas-Boas sebagai pelatih, tampil di bawah form dengan Emmanuel Adebayor yang berperan kunci dalam penampilan timnya belakangan ini dengan empat gol pada lima pertandingan, tampil buruk melawan bekas klubnya itu.

Setelah kalah 1-2 dari West Ham di Capital One (Piala Liga) ketika Sherwood masih menjadi caretaker, Spurs sudah mengemas 10 poin dari 12  selama priode libur Natal termasuk kemenangan 2-1 dari Manchester United pada pertandingan Tahun Baru, tapi mereka tak pernah tampil baik saat melawan Arsenal.

Perhatian mereka kini fokus pada finish di Empat Besar Liga Premier, dan maju dalam Liga Europa, sebaliknya hasrat Arsenal untuk kebanggaannya di liga domestik dan Liga Champions membuncah akibat kemenangan meyakinkan dari seteru beratnya tersebut, demikian Reuters.